First Walk-Interview
Sudah
lama tak bercerita lagi, Saat ini Laura sedang sibuk mencari, menemukan,
menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan pencariannya, penemuannya dan
keinginannya. Setelah sekian lama tak menuliskannya tiba-tiba saja tangan Laura
merasa gatal sekali ingin mengetik bahkan menuangkan kata perkata menceritakan
apa yang barusan bahkan tadi pagi menjelang siang terjadi. Ya pertama mungkin
kemarin malam sempat tak bisa tidur karena hampir seminggu lebih Laura tak
kemana-mana alias full house tak ada tujuan, hanya menunggu sambil mengakses
email dan handphonenya barangkali ada pesan atau panggilan yang masuk, adapun
yang pesan yang masuk kebanyakan dari pelayanan kartu yang Laura gunakan
semacam info bonus atau penawaran menarik. Ya seharipun tak bergerak hingga
merasa sibuk membuat Laura merasa sangat kesakitan tak karuan badan tak menentu
sangat kaku dan kalau boleh jujur sering sekali di benak merencanakan untuk
melakukan senam dari video-video youtube but always never do it. Hehehe…
semalam sebelumnya sudah siap apa yang akan dilakukan keesokan harinya (semacam
rencana) tepatnya hari ini, tujuan pertama yang pasti bangun pagi langsung
mandi pastinya karena biasanya langsung tidur lagi J selanjutnya berangkat ke kampus eh maksudnya
tukang print deket kampus biar lebih murah walaupun sempet ragu juga kesitunya
karena ada pikirin negatif bakal ditanya belum kerja eh ternyata enga dan malah
adik kelas yang pernah Laura asisten-in yang nanya. Cukup senyumin aja padahal
mah kalau udah ditanya yauda sih jawab apa adanya! Hhee biasa namanya juga cewe
baper-an dan ternyata ga sengaja sebelah Laura ada yang lagi ngeprint lamaran
di perusahaan yang sama. Laura sok nanya aja sekalian ngajak bareng eh tapi
dianya gak mau, hehee bukan gak mau cuma emang dianya ada perlu dulu ke tokonya
entahlah dimana (bilangnya sih gitu) sempet kenalan dari universitas yang sama Cuma
dia ngambil pendidikan biologi, mukanya sih kaya yang pernah Laura lihat tapi
gak tahu dimana (di kampus kali ya..) selanjutnya ke tujuan akhir Laura yaitu
perusahaan yang lagi butuh lowongan sebagai customer service. Laura ga terlalu
yakin bakal dapet panggilan tetapi setidaknya kita mencoba dan memulai siapa
tahu dengan begini Laura tahu bagaimana prosesnya bahkan perjuangannya
mendapatkan pekerjaan. Ya.. bismillah Laura memarkirkan motornya di depan
perusahaan dan pas banget ada satu tempat parkir yang kosong kemudian tukang
parkirnya udah nebak aja kalau Laura mau ngasih lamaran pekerjaan. Akhirnya dengan
santai Laura buka pintunya dan jreng-jreng banyak yang duduk sambil mengisi
semacam biodata begitupun Laura setelah menyerahkan berkas lamaran pekerjaan
untung tadi sempat membeli pulpen untuk tanda tangan surat lamaran jadi tak
perlu repot-repot pinjam pulpen ke sebelah hhehe.. Laura benar-benar tidak tahu
bila setelah mengisi biodata ternyata langsung di wawancara haduh.. lihat saja
pakai Laura tak layak untuk mengikuti wawancara karena dari awal niat Laura
adalah memberikan berkas lamaran terus pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk
refreshing ke tempat wisata yang telah direncanakan bersama kawan seboncengan
semasa kuliah sekalian menemani melepaskan penatnya sehabis mempersiapkan untuk
sidang skripsi yang tinggal selangkah. Tetap semangat! J kembali ke penampilan Laura yaitu mengenakan
baju berbahan sweater (karena kuningan terasa dingin), kemudian celana berbahan
jeans, dan yang sungguh tak layak itu adalah sepatu olahraga yang Laura kenakan
sebagai alas kaki. Ya dari awal masuk ketika dipanggil adalah permohonan maaf Laura
hingga dua kali karena penampilan yang seadanya. Ya mungkin seorang HRD sangat
paham dengan maksud Laura ( iya kali ya..) Laura dipersilahkan duduk dengan
tenang, focus dengan apa yang akan ditanyakan dan ternyata awalnya nanya kalau
Laura bisa Bahasa inggris atau tidak? Ya karena mau ga mau Laura lumayan pernah
belajar Bahasa inggris namun belum pernah mahir bicara Bahasa inggris. Hmmm dibilang
tegang ya tegang tapi gak terlalu karena yang nanyanya sungguh ramah namun
pertanyaannya sungguh runyam bikin gelagap binggung mau bales apa seolah di
benak Laura ada dua orang yang satu suruh terjemahin Bahasa inggris ke Indonesia
dan yang satunya lagi sebaliknya ind-ing kaya icon arah bolak balik di google
translate harus di klik-klik biar lancar komunikasinya. Dan sejujurnya Laura lebih
banyak membalas dengan campuran Indonesia inggris dan itu amburadul belepotan. Tetapi
setelah itu rasanya tenang sekali walaupun sudah tidak yakin akan ada panggilan
selanjutnya namun setidaknya Laura mengawali hari ini untuk berusaha lebih baik
dalam mempersiapkan diri di dunia yang semakin nyata. Toh dalam kondisi seperti ini ada saatnya kita butuh
pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga apalagi Laura anak pertama dari
tiga bersaudara setidaknya memiliki penghasilan lebih untuk kebutuhan
adik-adiknya. Ya sebagai kakak yang sedang berusaha menjadi yang terbaik untuk
adik-adiknya apalagi untuk kedua orang tuanya. J hari
ini Laura merasa sedang mengawali sebuah persaingan yang semakin ketat. Sesuatu
yang dadakan itu selalu terjadi seolah memaksa kalau “Laura tidak boleh diam
begitu saja, hadapi!” hihihii.. (kapan Laura diajak main film eh lagi ngehayal,
di luar negeri pula wahh..) namanya juga nyoba kenapa Laura mau jadi customer
service karena tiba-tiba inget salah satu dosennya yang kini sedang lanjut
kuliah S3 di Universitas Indonesia, beliau pernah bercerita pengalaman
pekerjaannya sebagai customer service di sebuah perusahaan otomotif ternama. Ya
beliau tiba-tiba bercerita tentang pengalamannya karena ada kaitannya juga
dengan mata kuliah yang Laura pelajari. Laura sangat menyukai dosen tersebut
dari cara berbicara walaupun bahasanya high tapi aura prianya itu loh idaman
banget dah hhehe lebay.. jadi ya buat pengalaman juga supaya Laura terbiasa
bicara dengan jelas baik dan jelas benar.
Cerita
singkat
Banyak
sih cerita yang belum tersampaikan tentang Laura ke kota kemudian Laura harus
balik lagi ke kampung halamannya dan saat itu ada perlu di daerah sang pencerah
eh lalu kembali ke kampus dan masih diingat oleh staf BAAK karena sempat sering
bolak-balik menanyakan Salinan nilai. Dan sambil menunggu istirahat ruangan
staf tersebut selalu ada kesempatan untuk berjumpa dan akhirnya memutuskan
untuk menghampirinya sambil asik ngobrol dengan sang pencerah sekaligus
berjumpa dengan sang boomerang. Ya pokonya istilah itu yang bisa disampaikan. Lalu
di kota malah kembali membuka cerita putih abu-abu, ada yang diam-diam
menyimpan perhatian. Kemudian anehnya ketika kembali ke kampung halaman malah
yang awal merasa digantung bahkan ditolak kembali oleh Laura padahal hanya
tersirat intinya yang disampaikan.yasudahlah itu cerita singkat yang saat ini Laura
ingat.
Selanjutnya
…
“Mengawali bukan sekedar melangkah namun meninggalkan jejak yang akan menjadi sebuah titik awal kita memulai”- fawshorfina
Komentar
Posting Komentar