Ungkapan LAURA
“lelah”
tidak sengaja kata itu yang tercetus dari bibir Laura sebelum 5 menit kemudian
tiba di rumah kediaman berdasarkan KTP Laura saat ini. Pertama hari ini cukup
panjang walaupun hanya menghabiskan uang pemberian yang tidak sebanding dengan
sebuah perjumpaan yang selalu Laura nantikan. Kedua hari minggu ini penuh
dengan keramaian dimana orang-orang non muslim merayakan hari natal dan mungkin
bukan waktu yang tepat untuk berharap. Ketiga Laura menahan rasa kerinduan
dengan menahan tangisan yang keluar dari hidung alias meler karena tangisan air
mata Laura sering diabaikan hingga akan percuma begitu saja bila dikeluarkan.
Laura merasa sakit, badannya semakin panas dan hidungnya semakin mengalir
hingga menghabiskan lembar-lembar tissue namun satu hal yang menjadi sugesti
adalah menghindari rasa pusing karena masalah yang sedang dipikirkan Laura
tidak mudah untuk dipusingkan hanya saja butuh istirahat hingga akhirnya tidur
pulas.
Keesokan
harinya Laura terbangun dengan badan yang kini kembali normal serta pikiran
yang semakin jernih hingga akhirnya Laura mulai merencanakan suatu kegiatan
yakni menulis novel yang kelak akan menjadi hobi yang dibayar. Ketika melihat
wajah di cermin kamar mandi “gue cantik loh, gue masih muda, gue masih punya
energi, ya tahun 2018 gue harus ke luar negeri iya ke luar negeri daerah eropa
lebih tepatnya ke paris, perancis!” Laura berkaca sambil tersenyum dan bergumam
dalam hati. Dan salah satu kegiatan semacam hal yang Laura senangi dan mampu
dilakukan adalah menulis seperti saat ini Laura sedang menuliskan sebuah
fenomena tentang dirinya yang bergejolak di hati hingga butuh ruang untuk
menuangkannya dalam bentuk karya yaitu berupa tulisan. Sebenarnya ketika Laura
bergumam dalam hati di depan cermin itu semata-mata bukan asal-asalan mencetus
namun ada alasan di balik perkataan isi hatinya hmmm.. “gue cantik” karena
bokap Laura itu tampan dari foto-foto yang sering Laura lihat dan miliki
apalagi wallpaper handphone hasil pinjaman Laura dipasang foto bokapnya sedang
mengendong Laura membelakangi sebuah pohon dan setahu Laura itu adalah salah
satu kebun binatang yang ada di tempat kelahiran Laura. “gue masih muda” karena
perjalanan hidup Laura masih panjang agar dapat menjadi seseorang yang berguna
bagi siapapun atau berbakti pada orang tua kecuali jika Allah berkehendak lain.
“gue masih punya energi” Laura merasa terlahir ke dunia ini karena Allah
memberikan energi untuk Laura alias Laura mampu dan memiliki kekuatan untuk
terus berjuang di jalanNya. Seruan terakhir “tahun 2018 gue harus ke luar
negeri iya ke luar negeri daerah eropa lebih tepatnya ke paris, perancis!”
penuh percaya diri karena alasan yang sebenarnya tidak masuk akal namun sesuai
fakta Laura ingin berkeliling dunia dan tak ingin pusing dengan identitas yang
dimiliki Laura saat ini. Laura tak ingin dua nama kota menjadi batas penghalang
Laura untuk mengelilingi dunia. Dan mengapa tahun 2018 karena tahun 2017 sudah
ada pencapaian yang tertulis pada pintu kamar Laura di rumah yang alamatnya tidak sesuai dengan KTP Laura.
“Januari 2017 memiliki penghasilan mapan dan halal (sudah bekerja di BUMN)” dan
diakhir tulisan tercantum “Semangat Fauziyah Shorfina!” dalam tulisan perlu
adanya pengunggapan identitas bahwa sebenarnya Laura itu adalah AKU. Itulah aku
yang memiliki berjuta alasan mengapa selalu penuh dengan misteri walaupun pada
akhirnya ada waktu yang tepat untuk dipecahkan bahkan terpecahkan.
Komentar
Posting Komentar