Balasan Tak Beralasan
Kepada : pemilik berlian itu Mungkin ini akan menjadi untaian sampah ketika beliau membacanya Kini aku sadar dan tak penting lagi kesadaran ini namun ketika aku mengetik Kembali secarik surat yang beliau sembunyikan di kolong mejaku sejenak aku Merasa sangat pernah dicintai dengan setulus hati dan sesuci air wudhu. Sangatlah jernih cinta itu…bodohnya aku pernah menyia-yiakannya. Kalimat itu sangat terlambat dan hanya sebuah penyesalan yang kosong tak berarti. Bertahun-tahun, terkadang aku mencari pemilik berlian itu… namun beliau menghilang Tak berjejak baik di dunia nyata maupun di dunia maya dan hal terakhir yang aku tahu tentang beliau adalah kota kembang…sejujurnya tahun lalu aku pernah berangan agar ada satu waktu seharian untuk bermain bersama… yasudahlah luka tetaplah luka… Akhirnya beliau pasti akan membuang dan mencampakkan untaian ini… Untunglah dia yang beliau maksud pastilah jodohnya karena nama yang tertulis akan menjadi doa yang tercatat … ...