Balasan Tak Beralasan
Kepada : pemilik berlian itu
Mungkin ini akan menjadi untaian sampah ketika beliau
membacanya
Kini aku sadar dan tak penting lagi kesadaran ini namun ketika
aku mengetik
Kembali secarik surat yang beliau sembunyikan di kolong mejaku
sejenak aku
Merasa sangat pernah dicintai dengan setulus hati dan sesuci
air wudhu.
Sangatlah jernih cinta itu…bodohnya aku pernah
menyia-yiakannya.
Kalimat itu sangat terlambat dan hanya sebuah penyesalan yang
kosong tak berarti.
Bertahun-tahun, terkadang aku mencari pemilik berlian itu…
namun beliau menghilang
Tak berjejak baik di dunia nyata maupun di dunia maya dan hal
terakhir yang aku tahu
tentang beliau adalah kota kembang…sejujurnya tahun lalu aku
pernah berangan agar ada
satu waktu seharian untuk bermain bersama… yasudahlah luka
tetaplah luka…
Akhirnya beliau pasti akan membuang dan mencampakkan untaian
ini…
Untunglah dia yang beliau maksud pastilah jodohnya
karena nama yang tertulis akan menjadi doa yang tercatat …
aku masih menyimpan setangkai bunga “Sepatu” ~ Tulus.Mp3
Komentar
Posting Komentar