sepercik harapan
Laura hanya ingin menyampaikan sesuatu
yang hanya dapat dirasakan dan tidak mudah untuk dituliskan. Kali ini tentang
kehidupan yang semakin nyata semakin dekat dan semakin di depan *eh iklan
padahal tidak disponsori oleh iklan tersebut hihi. Banyak hal yang ingin
dilakukan oleh Laura dan sebenarnya semuanya sudah tercatat ketika
mempersiapkan sidang skripsi s1 yang akan dihadapinya. Setelah selesai sidang
skripsi yang dirasakan Laura benar-benar sungguh merasa sudah di puncaknya
bahwa hasil yang selama ini ingin diraih tidak akan pernah mengkhianati. Tak
kuasa untuk mengatakan sesuatu lebih banyak namun hanya mampu bersyukur dan
sangat berterima kasih hingga tak mampu menahan air mata ketika membayangkan
wajah ayahnya yang semakin dirindukan dan dirasakan sebentar lagi akan bertemu
nah itulah alasan mengapa Laura menangis di pelukan sahabatnya semasa kuliah.
Alhamdulillah Ya Allah…
Setelah usai pengumuman hasil sidang
skripsi, keesokan paginya Laura berangkat ke ibukota dengan niat untuk
menghadiri acara pernikahan saudara atau anak perempuan bude dari keluarga
ayahnya yang paling dekat dengan Laura. Waktunya benar-benar pas sekali dimana
keluarga berkumpul dan Laura sangat menikmati acara pernikahan seolah merasakan
kehadiran keluarga baru dari keluarga besar dari ayahnya. Dan sangat tidak
disangka oleh Laura adalah tentang jodoh. Sangat indah dan penuh syukur jika
bertemu dengan jodohnya. Sangat diharapkan bahkan didambakan oleh Laura
mendapatkan “jodoh”. Dan definisi jodoh itu pendamping istimewa dari Allah.hmmm…
Dan saat itu pula, Laura dan adiknya
sedikit mengobrol tentang jodoh. Adiknya yakin ayahnya akan pulih kembali sehat
jasmani dan rohani hingga akhirnya kami dapat dinikahkan oleh ayah kandung
kami. Aamiin… selain itu kami membahas tentang kelanjutan rencana-rencana
menciptakan masa depan yang lebih cerah. Ya pertama Laura menyampaikan kepada
adiknya “ya setelah ini, lulus kuliah. Kerja (berpenghasilan mapan) 2 tahun
yang ngejamin beasiswa kuliah S2 di luar negeri atau di universitas negeri
dalam jangka waktu 1 tahun (lulus S2) dan punya penghasilan mapan, lalu setelah
itu menikah kalau dipertemukan jodohnya dan sudah memiliki usaha wedding organizer.” Selanjutnya adiknya “Aamiin… iya
sekarang pikirin dulu lulus S1 dan sudah mulai mengajar bimbel (semasa kuliah
sudah ada pemasukan), sudah lulus S1 lanjut beasiswa bidik misi S2 dalam jangka
waktu 1 tahun di luar negeri (Belanda), lalu punya penghasilan buat bareng2
bikinin rumah di bogor buat abi.” Laura akan sangat mengingat obrolan itu dan
berharap akan terwujud apalagi keinginan adiknya yang terakhir tak akan
terlupakan “Aamiin..” dan tetap kami yakin rencana Allah selalu yang terbaik. (fawshorfina)
![]() |
| Petronas Tower Malaysia, taken by mutiara mutmainnah |

Komentar
Posting Komentar