Bukan Tahu Bulat
Pikiran
beradu, semangat tak kunjung nyata. Hanya butuh kegelapan, keheningan, dan
kehampaan karena kebisingan dan ketidaknyamanan membuat Laura ingin marah pada
diri sendiri. Sepertinya logika dan perasaan tidak bisa dibohongi. Logika yang
membuat Laura mampu menahan sedikit demi sedikit namun perasaan selalu lebih
besar tekanannya dan hampir menguasai Laura. Apalagi yang Laura tunggu? Waktu semakin
terus berputar seperti putaran pikiran yang ada di kepala Laura. Karena berhenti
bukan pilihan yang tepat untuk Laura saat ini. Semakin berhenti semakin nyata
sakit yang dirasakan oleh Laura. Ya semua kembali kepada kehendak-Nya, Laura
ingat dan ingat milik siapa jiwa raga ini. Kadang berharap pada manusia tetapi
nyatanya itu adalah derita yang sangat menjatuhkan Laura hingga butuh waktu yang
lama untuk bangkit kembali. Hal-hal bodoh memang selalu hinggap dipikiran
Laura, ya begitulah manusia yang merasa labil dan cenderung memiliki kurang
perhatian. Kalau sudah bahas kondisi yang dulunya terjadi pada Laura itu memang
selalu jadi alasan mengapa Laura seperti ini? Seolah membebaskan diri bahwa
beginilah kebiasaan buruk Laura akibat kondisi yang dulu pernah
dialaminya.kadang ingin dimengerti namun tak pernah mau memulai untuk mengerti.
Benar-benar mengacaukan bila ada pikiran yang menjadikan kondisi dulu sebagai
alasannya. Ya menulis menjadi tempat yang selalu Laura nantikan ketika gejolak
hati yang sedang buruk maupun baik ada di benak pikiran Laura. Seolah air dalam
teko yang sudah penuh dan memdidih harus segera dituangkan agar bisa dinikmati
bahwa hidup Laura punya cerita entah itu dituangkan dalam gelas kecil atau
besar dan entah mengalir kemana daripada akhirnya menyusut karena api yang
membara dan akhirnya mengering bahkan tidak menyisakan setetes air pun dan itu
yang membuat Laura kosong bahkan tak tahu lagi cara menyampaikan pesan yang
dirasakan oleh Laura. Salah satu hal yang membuat Laura marah pada diri sendiri
adalah rasa malas mengerjakan skripsi, padahal Laura mampu mengerjakannya! Rencananya
hari ini Laura ingin mencari tempat ternyaman untuk mengerjakan skripsinya. Namun
ternyata menulis di atas meja belajar kamar belakang memang pillihan yang
membuat Laura agak menenangkan walaupun suara bising AC tetangga membuat Laura bersabar
dan terbiasa itu selalu nyala walaupun siang hari di kota Kuningan yang masih bisa
dirasakan kesejukannya. Sudahlah cukup sampai disini cerita yang ingin
dituangkan oleh Laura karena cerita ini sudah cukup mewakili isi hati Laura. dan
bismillah... TUNTASKAN SKRIPSI DETIK INI JUGA!!!SEMANGAT TANGGAL 4 JULI 2016
!!!!
Komentar
Posting Komentar