sambut ramadhan 2016
Setangkai
mawar putih di meja belajar Laura memberikan kesejukan untuk melanjutkan sebuah
aktivitas yang seharusnya segera diselesaikan satu persatu, tak terasa bulan
Ramadhan akan disambut dengan segala doa, harapan dan cita-cita yang sudah
selayaknya Laura perjuangkan walaupun hasil yang terbaik hanya Allah yang Maha
Pengasih...
Hari kedua
bulan Juni bertepatan dengan hari wisuda kekasih Laura dan Laura pun
menyempatkan untuk hadir memberikan kejutan yang menurut Laura sangat abstrak
dan tak seromantis sepasang kekasih seperti biasanya ketika hari wisuda. Namun
entah kenapa Laura merasa hari itu adalah hari yang begitu berat bagi Laura,
dimana pikiran ini bercampur aduk entah cerita yang mana yang lebih dirasakan
oleh Laura dan mungkin hal-hal yang tak mampu Laura ungkapkan hampir semuanya
sebanding dan menjadi satu kesatuan yang membuat Laura sedikit terbebani
walaupun masih bisa berpura-pura ikut bahagia dengan senyuman saat difoto
bersama kekasih Laura dan teman-teman Laura tetapi setelah itu kekasih Laura
menyadari bahwa ada kejanggalan bahkan sudah menebak pasti ada sesuatu yang
dirasakan oleh Laura. Yang bukan pertama dipikiran Laura yaitu target yang
sudah dijadwalkan ternyata tak tercapai dan merasa kecewa pada diri sendiri
karena Laura merasa iri dan belum mampu untuk menyelesaikan skripsi sesuai
dengan yang direncanakan hari itu juga direncanakan sudah selesai namun
NIHIL...kemudian perasaan lelah yang benar-benar membuat Laura tak bisa menahan
airmata ya ketika merasa disalahkan tetapi awalnya dibiarkan mendahului dan
bebas memilih arah namun Laura memilih belok tetapi tidak dibiarkan untuk
diikuti bila begitu sudah dari awal saja Laura yang mengikuti bila ternyata
Laura sudah salah untuk diikuti, mungkin itu hal sepele namun sepanjang jalan
itu semakin berlalu bahkan semakin menyadarkan Laura untuk kembali pulang dan
lebih memilih melangkah dengan kaki sendiri bertemu di tempat yang tidak
direncanakan. Ya Laura lebih banyak diam menikmati moment yang tak perlu
diceritakan.
Melanjutkan..
Bercerita tentang
mimpi, entahlah mimpi yang tak pernah terbayangkan oleh Laura. Kali ini tentang
jodoh, hanya Allah yang Maha Mengetahui siapa jodoh Laura...sangat binggung
Laura mengawali ceritanya dan yang sangat teringat oleh Laura ketika Laura seolah
menjadi rebutan 2 hati sang lelaki, yang pertama sudah jelas memiliki Laura
namun pada mimpi itu dia bersama teman-temannya mengikuti Laura ke sebuah
tempat. Sejenis tempat yang memiliki outlet untuk jual beli tetapi entah apa
yang diperjualbelikan. Dan satu lagi lelaki yang jelas memiliki nasib keluarga
yang sama namun pada saat itu doi mengikuti Laura secara diam-diam dan sengaja
mengajak ngobrol Laura seolah menyapa tak sengaja bertemu di tempat tersebut,
tetapi entah mengapa Laura terlihat kaget ketika melihat doi dan merasa tidak
enak apabila dilihat oleh dia dan teman-temannya. Apalah maksudnya.. dalam hal
negatif pasti ada yang mengira bahwa Laura menduakan dengan doi...
Astagfirullah... Laura tak pernah berniat seperti itu karena Laura tak ingin
merasakan bagaimana rasanya ditikung mungkin sangat tidak menyenangkan. Namun di
waktu yang lalu Laura pernah bercerita pada sohibnya bila dia bertemu dengan
wanita pilihannya atau jodohnya, Laura akan berusaha merelakannya dan enggan
sakit hati. Mungkin pikiran itu terlintas karena ada alasannya : Laura tak
ingin pacaran,, dulu memang ketika melihat yang lain (keluarga besar yang lebih
lama dekatnya) Laura ingin mengisi kekosongan semasa kuliahnya ditambah obrolan
yang sangat memperingatkan dan agak menakutkan ketika lulus bangku SMA : “jangan
mau jadi perawan tua” ya Laura mengambil sisi positifnya ya mungkin karena
kondisi dan keadaan Laura yang terlihat sangat pendiam dan tidak mudah
bersosialisasi. Pernah Laura berdoa agar dipertemukan dengan lelaki idamannya,
dan saat ini hanya bersyukur dan saling menjaga untuk tidak saling melukai. Ramadhan
oh Ramadhan... awal menyambut ramadhan tahun 2016 ini sangat diperingatkan oleh
mimpi yang tak disangka dan pernah terulang dengan lelaki yang berbeda.
Kini mawar
putihnya sudah layu tak sesegar pertama kali dibawakan... seringkali Laura
merasa sangat bodoh sekali dalam urusan percintaan, kadang kala media sosial
yang diikuti oleh Laura selalu memposting kalimat-kalimat yang menyadarkan
Laura menjadi inti satu kata yaitu : nikah.
Komentar
Posting Komentar