tingkat akhir rasa awal meningkat



Tak terasa Laura sudah melewati masa-masa kuliah alias sudah beranjak tingkat akhir yang membuat wajahnya semakin menua akibat radiasi dari sinar laptop yang hampir setiap hari dihadapinya. Entahlah ataukah itu hanya mitos?dan yang pasti itu adalah gombalan dari mahasiswa yang masih belum menemukan judul skripsinya karena masih ada matakuliah yang harus dijalani untuk memenuhi syarat mengambil judul skripsi. Ya mahasiswa yang datang terlambat namun untuk kehadirannya selama Laura ada selalu on time ya karena ketidaksengajaan melanjutkan dari sebelumnya dengan tempat yang masih sama. Selama itu Laura tidak pernah menyadarinya dan hanya menganggap mahasiswa seperti biasanya. Namun suatu hari ada yang berbeda dan entah kenapa moment itu tampak terlihat di saat akhir pertemuan saat Laura mengucapkan kata perpisahan sebut saja ucapan maaf selama pertemuan. Pertama yang membuat Laura mengingatnya adalah tulisannya yang berbeda dengan yang lain yaitu dengan tulisan tangan sedangkan seharusnya sudah otomatis terdaftar pada daftar mahasiswa yang tersimpan pada database KRS online sehingga tidak perlu menulis tangan lagi. Kembali ke akhir pertemuan itu, seperti biasa setiap akhir pertemuan selalu ada keakraban tercipta. Laura pun tahu dari salah satu kerabatnya “biasa Lau kalau lihat orang cakep suka begitu, pada salting” dan Laura menyadarinya “oh begitu” dalam hati pantesan daritadi ini mahasiswa halus banget manggil-mangil gue. Saat itu di ruangan yang berbeda bukan tempat biasa kehadirannya. Setelah itu Laura menyadari di luar ruangan kadang sering ada yang menyapanya... namun beberapa hari kemudian atau sepertinya keesokan harinya tiba-tiba ada yang mengundang lewat salah satu sosial media. Dan Laura menerimanya dan masih berpikir pasti ada keperluan susulan sebagai pengganti kehadirannya. Ya dia adalah Radit, mahasiswa yang Laura ceritakan sejak awal. Dan yang pertengahan dia adalah Raka. Entah darimana Radit mendapatkan cara untuk mengundang Laura. Dan Laura pikir Radit sengaja menggundangnya agar bisa menjadi mata-mata Raka yang selalu Laura anggap bahwa Raka ingin mengenal Laura lewat Radit, sahabat sekelasnya. Namun ternyata itu tidak seperti yang dipikirkan Laura kepada Radit.. memang saat itu Laura pernah atau setiap berjumpa kadang mendapat salam dari Raka. Laura memang seorang perempuan yang diciptakan memiliki rasa ‘GR’ namun Laura hanya bersyukur ternyata ada yang perhatian dengannya. Ya kembali ke obrolan Radit dengan Laura melalui media sosial, awalnya memang benar menanyakan susulan yang harus dihadirinya dan itu dianggap hal biasa oleh Laura. Namun suatu ketika dan sangat tiba-tiba Radit menyapa menanyakan kabar dan berlanjut seperti seseorang lelaki yang sedang memulai pendekatan namun sosok Laura masih sama dan selalu menganggap sebagai candaan yang akan saling menghibur namun itu tak seperti yang Laura harapkan bahkan menyadarkan Laura bahwa perasaan seorang lelaki itu tak sebercanda itu ketika ditanya serius ingin berkenal. Apa daya Laura sedikit menyesal karena telah salah menilai. Setiap lelaki itu berbeda, Laura malah menyamakan dengan mahasiswa yang pernah mengakui kagum pada Laura dan Laura membuat fakta dengan bercanda yang menyadarkan dan intinya menolak halus tetapi tetap bisa menjadi teman ketika tidak sengaja ada obrolan dengan harapan kecil-kecilan. Ya mungkin pasti itu sangat tidak nyaman untuk seorang lelaki diberi harapan sekecil apapun karena faktanya Laura tidak akan pernah tahu siapa jodohnya. Begitu juga kepada kekasihnya, Laura tak ingin dicintai melebihi cintanya kepada Allah. Dan Laura takut bila ada yang cinta mati kepada Laura...  hanya Allah yang Maha Mengetahui! Ya semenjak Radit tahu kalau Laura ternyata memiliki kekasih akhirnya Radit memutuskan untuk mengakhiri pertemanan via sosial media. Seperti biasa setiap ada yang diakhiri Laura mulai merasa bersalah dan merasa ingin akrab dengan Radit sebagai penyemangat tingkat akhir. Yasudahlah padahal Laura sudah mulai salting menyebarkan ceritanya kepada sahabat seperjuangannya seperti saltingnya Laura sejak awal bangku kuliah kepada kaka2 kelas. Hahahaa...namun setelah diakhiri tak sengaja perpustakaan kampus mempertemukan Laura dan Radit pada satu Loker tas yang sama. Ketika Laura masuk Radit pun keluar namun obrolan itu membuat Laura senyum-senyum sendiri J . bulan-bulan pun berlalu Laura semakin fokus dengan tugas akhirnya karena beberapa penyemangat ehehehee... bagi Laura penyemangat itu wajib ada ketika sedang mencapai sebuah impian yang semakin nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ramadhan di bulan april

http://facefina.blogspot.com/

Ungkapan LAURA