just story
Jangan-Jangan
Cinta Biasa
Akhirnya dia memutuskan
hubungannya dengan dias teman sekelasnya yang sudah sebulan lebih dua hari itu
adalah kekasihnya. saat hari sekolah tinggal sehari lagi dan seterusnya libur
kenaikan kelas dia pun memberanikan diri
untuk mendahului keinginannya yang seharusnya sudah dilakukan dari awal
walaupun laura sudah bersusah payah melakukan tingkah yang menginginkan agar
dias memutuskannya tetapi yang ada malah semakin sulit karena betapa besarnya
cinta dias pada laura seolah dias dibutakan oleh cinta pertamanya itu. Tepatnya
di sudut taman sekolah, pembicaraan dimulai dari laura yang sedikitpun tak ada
celah untuk dias yang terus memperhatikan gerakan mulut laura yang tak pernah
ia lihat sebelumnya karena dias mengenal laura adalah sosok pendiam yang tak
banyak bicara tapi untuk soal ini laura benar-benar seperti guru sedang menjelaskan
materi yang harus dipahami sekali. Hampir setengah jam laura mengoceh namun
ketika dias akan menyela perkataannya, laura pun langsung berdiri”gue mau kita
udahan”lalu meninggalkan dias sendiri di keramaian taman. Setelah mendengar
ucapan itu dias pun merasakan retakan hati yang akan hancur juga bertambahnya
kesakitan yang dideritanya bukan hanya fisik yang sejak kemarin hanya terbaring
di uks tetapi batin pun terasa sakit sejak detik ini. Seperti tak terjadi
apa-apa Laura pun menuju mesjid sekolah dimana teman-temannya memang sudah
bilang sebelumnya akan menunggu di mesjid. Ketika hendak melepaskan alas sepatu
dwi temannya menghampiri laura”ciee,yang tadi berdua-duaan,tumben-tumbenan
biasanya lu bilangg..”dipotong oleh yuni yang tiba-tiba muncul dari belakang
”heh..eiya tadi si rani sempet ngambil foto lu berdua loh,lau!”.dengan wajah
datar laura”dengerin yaa,barusan gue udah putusin dia okeh!”dwi dan yuni tak
percaya”serius!!”yuni dengan dorongan kecilnya”parah lu,lau!!”dwi
meyakinkan”jadi akhirnya yang mutusin dias,elu?”laura pun pasrah”ya gimana lagi
lu kan tau sendiri,mungkin ini yang terbaik wi!”dwi merespon”hmm,ya apapun yang
terbaik buat lu,gue dukung tapi gue jadi kasihan banget ma dias”yuni sambil
mengenakan sepatu setelah sibuk mencari sepatunya”udah ah,intinya lu hari ini
tega banget ma dias!baru kemarin lu di titipin buku lewat ivan dari dias yang
sakit di UKS dan sekarang lu malah mutusin gitu aja,tega lu!!”laura mengalah
untuk tidak menanggapi lebih karena yuni memang belum tahu banyak tentang
perasaan laura”iya yun,gue salah!ya sudah gue wudhu dulu ya yun,wi”dwi
memandang”iya silakan!”yuni mengelus perutnya”banyak minta ampun lu,lau”laura
pun berlalu,dwi menanggapi”heh,bocah maksud lu apa?ehh perut lu kenapa
dielus-elus?”(melihat tingkah yuni)”ke kantin yuu,laper banget gue,wi!”dari
tempat shalat mira berteriak kecil”yun,wi mau kemana?”dwi menoleh”ke
kantin,mir!bocah kelaperan noh!”mira meminta”ehh,gue boleh nitip ga?”yuni
menyahut”dih,ikut aja lu mir,buruan ada yang mau gue ceritain!”mira
heran”yaelah,cerita apaan?males ah gue pake sepatunya,nitip aja sih”dwi
membujuk”udah sih ikut aja,ga usah nitip!”mira akhirnya mengalah”iya deh gue
ikut,gue pake sepatu dulu”yuni kesal”mir,buruan sih pake sepatunya!keburu
pingsan gue!”mira meledek”aelah,makanya gedein pencernaan lu yun!biar ada lahan
buat cadangan!”disambung canda dwi”dasar anak IPA”hampir selesai mira
mengenakan sepatu,tiba-tiba suara memanggil terdengar”wi,mau kemana?”dwi
menoleh”ke kantin,lau!”sambil mengambil uang di saku”eh,boleh nitip es melon ga,wi?”tanpa
basa-basi dwi menjulurkan tangan”boleh,sini es melon aja kan?”sambil
menyerahkan uang,laura berterimakasih”thanks ya,buat lu satu deh jadi beli
dua!”mira pun sinis”dih,giliran laura yang nitip aja boleh!”dengan elusan
tangan laura ke rambut mira,laura memelas”yang sabar ya,dik!(panggilan untuk
mira),yaudah gue mau shalat”dengan tatapan imut mira”iya kakaku sayangggg!”Mira
pun selesai mengenakan sepatu dan langsung beranjak menuju kantin,dengan
tergesa-gesa yuni paling pertama sampai di kantin.
Sesudah
jajan dan akan kembali ke mesjid,mira pun menagih yuni yang berjanji akan
bercerita”yun,tadi katanya mau cerita!”yuni pun baru teringat karena dia hanya
memikirkan nasib perutnya”eh iya,itu si laura masa tadi di taman
berdua-duaan!””ya ampun,gue juga tau kali!!orang tadi kita ngintip bareng-bareng,haduhh!!”potong
mira.dwi mencoba menjelaskan”tapi mir,lu ga tau kan apa yang dilakuin laura?..”mira
heran”ya mana gue tau?mereka mau ngobrol,pegang tangan atau ciuman!ya bukan
urusan gue!”yuni menyela”tapi kalau mereka putus??gimana?”mendengar ucapan itu
mira tak percaya karena tak terpikirkan oleh mira yang merasa hubungan laura
dan dias itu terlihat baik-baik saja”haa??serius loh,yun??ga habis pikir
gue!!jadi laura yang mutusin dias maksud lu,wi””ya gitu deh,mir..”sahut
dwi,”mi,mirr..!”terdengar suara khas Madura,si Della.”eh della,kenapa
del?”sahut mira.sambil sibuk dengan jajanannya della mengoceh”tolong deh
bilangin sama temen lu,laura!plis jangan coba-coba sakitin temen baik gue lagi
yang terlanjur hancur gara-gara temen lo itu!!tadi dias bilang katanya mau
mengundurkan diri sebagai ketua rohis itu juga gara-gara temen lu!dan bilangin
juga ke temen lu kalau temen lu beruntung banget soalnya dias malah bisa maapin
si laura itu dan justru sampai saat ini dias malah menyalahkan dirinya
sendiri!!cukup tau aja ya!!”mira,yuni dan dwi hanya menurut saja mendengarkan
ocehannya yang membuat mereka berkata dalam hati”kenapa bukan elu aja yang
ngomong langsung ama orangnya?”mira menelan ludah”okeh del,udah Cuma itu aja
yang gue sampein?”sambil menghirup es melon yang digenggam dwi,Della mengulang
perkataannya”iya itu aja dan cukup tau aja ya!”dwi menyuruh della untuk
menyudahi hirupannya yang hampir setengahnya”del,udah-udah jangan diabisin!”della
pun berlalu”oh iya,ya sudah sana!”.
Sesampai
di mesjid kembali,lalu ketiganya melepaskan alas kaki mira pun menemui laura
bersebelahan dengan Ranti”lau!ada yang mau gue omongin”dengan santai laura
hanya mengiyakan”iya gue tahu sekarang lu udah tahu kan?tentang..”belum selesai
menjawab dwi pun menyela sambil menyerahkan es melon yang dipesannya”nih,es
melonnya!”sambil menerima es melonnya”eh,iya makasih wi!”walaupun binggung
karena es melonnya beda dengan porsi yang akan digenggam dwi”eh iya tadi es
melonnya dicuri della”laura heran dan baru ngeh”ohh,ehh jadi tadi kalian ketemu
della?”mira melanjutkan”iya lau,tadi dia nyuruh gue buat ngomong ke elu..”asyik
dengan jajanannya,yuni menyela”dihh,padahal kenapa bukan dia aja yang ngomong
langsung ke orangnya!”mira dengan sabarnya”iyah tapi bisa tidak izinkan aku
untuk menyampaikan terlebih dahulu amanat dari della ndut itu!!?”dengan kompak
yuni,dwi dan ranti meledek akibat munculnya kata baku mira yang menandakan
ingin perhatian”silahkan nyonya!”sahut laura yang menganggap serius”iya apa
katanya?”.Mira pun menjelaskan apa yang tadi dikatakan oleh della yang bisa
dibilang teman akrab dias,biasanya dias selalu curhat dan selalu ingin tahu
tentang cewek itu hanya kepada della Karena della memang dekat dan mudah
bergaul dengan para lelaki. Mendengar penjelasan Mira,laura pun hanya diam dan
pasrah dengan yang akan dibicarakan tentang dirinya namun laura menganggap
semua itu akan berlalu dan yang terpenting laura tak terbebani oleh perasaan
dustanya.
Keesokan
harinya masih seperti kemarin sedang bebasnya menjelang liburan semester. Di
taman sekolah, mereka pun tak sengaja dipertemukan dan saling tersenyum kaku dengan
perubahan pada dias yang sangat berbeda seolah-olah laura akan berkata”dias itu
ganteng banget”sehingga laura akan menyesal. Tetapi perubahan itu sama sekali tidak
membuat laura menyesal justru sebaliknya laura berkata dalam hati”nah..gitu
dong biar cewek mana pun mau sama elu dan jangan ngarepin gue karena gue itu
terlalu jahat di hidup loe!!”. dias pun berlalu menuju koperasi,di sudut taman
dan laura pun duduk bersama temannya yang sibuk merencanakan untuk liburan
semesteran ini.tiba-tiba nurmala dan yeni menghampiri tempat dimana laura dan
komplotannya duduk.sambil menyedot es, nurmala menegor dengan pelan laura”lau,emang
bener lu mutusin dias??kasihan tau dias,emang ada masalah apa sih?ko lu gak
cerita-cerita??”dijawab dengan santai”ya bener nur,mungkin gue udah ga cocok
lagi ma dia!”nurmala tak terima”haduh lau!gue ga tega bener dah ma nasibnya
dias yang tulus banget ma elu!apa jangan-jangan gara-gara bu tuti..”laura
langsung mendekati jari telunjuknya ke mulut nurmala”shuuutt,sama sekali ga ada
hubungannya sama bu tuti dan itu emang salah gue kok!”.nurmala melanjutkan
ucapannya “lalu kenapa lau?padahal kan lu bisa break dulu kalau masalahnya
sepele gitu!kasihan kalau langsung diputusin gitu aja tanpa alasan yang
pasti”laura hanya pasrah”udah jelas ko alesan gue buat dias dan thanks sarannya
tapi inget gue bukan elu,nurmala cantik!?”.”hmm ya sudahlah, sory ya gue cuma ga
tega aja sama dias hmm”sahut nurmala kekasihnya sahabat dias,karyadi.setelah
nimbrung membicarakan tentang liburan,yeni meminta antar nurmala untuk ke
toilet.
Hari
pertama liburan pun tiba, laura hanya …
bersambung
…
ini hanya sekedar cerita apabila ada kesalahpahaman
mohon dimaklumi.(pemilik blog)
Komentar
Posting Komentar